0

cadar, hijab, jilbab, jilbab syar’i, muslimah, pakaian, pakaian muslimah, wanita

Di antara kewajiban orang Islam adalah berpakaian sebagaimana diperintahkan oleh Alloh dan RosulNya. Alloh Yang Maha Kuasa telah memerintahkan wanita beriman untuk mengulurkan jilbab mereka pada tubuhnya. Dia berfirman:

يَآأَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. 33:59)

Dari ayat ini kita mengetahui bahwa wanita wajib mengenakan jilbab. Jilbab yaitu: pakaian luar wanita semacam mukena/rukuh, yang dikenakan dari atas menutupi sebagian besar tubuhnya. Adapun sifat-sifat jilbab/pakaian wanita adalah sebagai berikut:

Menutup seluruh badan, kecuali bagian yang boleh dibuka.
Alloh berfirman:

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
Dan janganlah mereka (wanita-wanita beriman) menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka.(QS. 24:31)

Alloh melarang wanita menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa nampak. Tentang perhiasan yang biasa nampak, maka ada dua penafsiran ulama:

a) Pakaian yang dikenakan. Ini pendapat Ibnu Mas’ud.

b) Wajah dan dua telapak tangan. Ini merupakan pendapat sahabat: Aisyah, Ibnu Umar, dan Ibnu Abbas. Juga merupakan pendapat Ibnu Jarir, Al-Baihaqi, Adz-Dzahabi, Al-Qurthubi, Ibnul Qoththon, Al-Albani. Dan ini pendapat yang lebih kuat, karena merupakan amal yang berlaku pada banyak wanita di zaman Nabi dan setelahnya. (Jilbab Mar’atil Muslimah, hal: 41, 51, 52, 59).

Dengan demikian wanita muslimah wajib menutupi seluruh tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangan. Menutup wajah wanita tidaklah wajib, namun bukanlah perbuatan yang berlebihan, bahkan hal itu merupakan keutamaan, karena dilakukan oleh istri-istri Nabi dan sebagian sahabat wanita di zaman itu dan setelahnya


2. Bukan merupakan perhiasan.

Tujuan perintah berjilbab adalah untuk menutupi perhiasan. Kalau jilbab/pakaian itu sendiri dihias-hiasi, dengan renda, bros, aksesoris, warna-warni yang menarik pandangan orang, maka ini termasuk “tabarruj” yang terlarang. Alloh berfirman:

وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
Dan janganlah para wanita mukminat itu menampakkan perhiasan mereka. (QS. 24:31)

Alloh juga berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ اْلأُوْلَى

Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu tabarruj. (QS. 33:33)

Tabarruj artinya: perbuatan wanita yang menampakkan perhiasannya, keindahan-keindahannya, dan segala yang wajib ditutupi, yang berupa perkara-perkara yang mendorong syahwat laki-laki”. (Jilbab Mar’atil Muslimah, hal:120)

Oleh karena itulah jika keluar rumah, hendaklah wanita memakai pakaian yang berwarna gelap, tidak menyala dan berwarna-warni sehingga akan menarik pandangan orang.




3. Tebal, tidak menampakkan warna kulit.

Karena jika kainnya tipis, maka berarti tidak menutup aurot.

Nabi Muhammad bersabda:

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Dua jenis (manusia) di antara penduduk neraka, sekarang aku belum melihat mereka: Sekelompok laki-laki yang membawa cemeti-cemeti, seperti ekor-ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya. Wanita-wanita yang berpakaian, (tetapi) mereka telanjang. Mereka menjauhkan orang lain (dari kebenaran), mereka (sendiri juga) menjauhi (kebenaran). Kepala mereka seperti punuk onta yang miring. Para wanita ini tidak akan masuk sorga dan tidak akan mendapatkan bau sorga. Padahal baunya akan didapati dari jarak yang sangat jauh. (HR. Muslim, no: 2128)

Di antara penafsiran ulama terhadap sabda Nabi: “wanita-wanita yang berpakaian, (tetapi) telanjang”, yaitu: mereka menutupi sebagian tubuhnya, tetapi menampakkan sebagian lainnya untuk memamerkan kecantikan. Atau mereka mengenakan pakaian yang tipis yang memperlihatkan warna kulitnya. Sehingga mereka itu berpakaian seperti lahiriyahnya, namun mereka telanjang karena tidak menutupi aurot..Oleh karena itulah Ibnu Hajar Al-Haitami menghitung perbuatan wanita yang memakai pakaian yang tipis yang menampakkan warna kulitnya termasuk dosa besar! (Az-Zawajir 1/127, 129)

Para ulama’ mengatakan: “Wajib menutupi aurot dengan apa yang tidak menampakkan warna kulit…” (Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab 3/170. Dinukil dari hal: (Jilbab Mar’atil Muslimah, hal:129, karya Syeikh Al-Albani)


4. Longgar, tidak ketat yang membentuk anggota tubuh.

Usamah bin Zaid berkata: “Rasulullah memberiku pakaian tebal buatan Qibthi (Mesir) di antara yang dihadiahkan oleh Dihyah Al-Kalbi kepada beliau. Maka aku pakaikan kepada istriku. Kemudian beliau bertanya: “Kenapa engkau tidak memakai pakaian buatan Qibthi itu?” Aku menjawab: “Aku pakaikan kepada istriku”. Maka beliau bersabda: “Perintahlah dia agar memakai pakaian rangkap di dalamnya, karena aku khawatir pakaian itu membentuk ukuran tulangnya”. (HR. Dhiya’ Al-Maqdisi; Ahmad; Al-Baihaqi; dihasankan oleh Al-Albani di dalam131)

Yaitu menampakkan bentuk anggota tubuhnya, sebagaimana banyak dilakukan oleh wanita-wanita jahiliyah di zaman ini. Kaos ketat, celana jins ketat, berpakaian tetapi telanjang!


5. Tidak diberi wewangian.

Nabi Muhammad bersabda:

كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ وَالْمَرْأَةُ إِذَا اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ بِالْمَجْلِسِ فَهِيَ كَذَا وَكَذَا يَعْنِي زَانِيَةً
Setiap mata pasti berzina. Dan jika wanita memakai minyak wangi lalu dia melewati majlis (laki-laki) maka dia ini dan itu, yakni pezina. (HR. Tirmidzi, no: 2786; Abu Dawud, no: 4173; dll)




6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Abu Huroiroh berkata:

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ
Rosululloh melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki. (HR. Abu Dawud, no: 4098; Ibnu Majah; Ahmad; dll

Imam Adz-Dzahabi dan Ibnu Hajar Al-Haitami memasukkan ini dalam dosa-dosa besar! Dengan ini jelas bahwa wanita tidak boleh memakai pakaian yang khusus bagi laki-laki, seperti jaket, celana panjang, sorban, peci, topi, dsb. ((Jilbab Mar’atil Muslimah, hal:150)

Dan kaedah yang membedakan antara pakaian laki-laki dan wanita adalah apa yang pantas dan diperintahkan agama kepada laki-laki dan wanita. Wanita diperintahkan dengan menutupi diri, dan tidak pamer keindahan. (Lihat: (Jilbab Mar’atil Muslimah, hal:153)




7. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir atau fasik.

Secara umum agama Islam melarang umatnya menyerupai orang-orang kafir dalam segala perkara yang merupakan ciri khusus mereka. Termasuk dalam masalah pakaian. Maka wanita beriman terlarang meniru dan menyerupai pakaian wanita-wanita kafir atau fasik. Nabi Muhammad bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
Barangsiapa menyerupai satu kaum, maka dia termasuk mereka. (HR. Abu Dawud, no: 4031; dll)

Setelah kita mengetahui hal ini, perhatikanlah yang ada pada kebanyakan wanita muslimat! Mereka banyak meniru mode-mode baju-baju wanita-wanita kafir dan fasik. Alangkah jauhnya mereka dari tuntunan agama yang haq.




8. Bukan pakaian syuhroh (yang menjadikan terkenal).

Nabi Muhammad bersabda:

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ ثُمَّ تُلَهَّبُ فِيهِ النَّارُ
Barangsiapa memakai pakaian syuhroh, Alloh akan memakaikan padanya pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian dia dibakar padanya di dalam neraka. (HR. Abu Dawud, no: 4030; Ibnu Majah)

Ibnul Atsir berkata: “Yang dimaksudkan adalah bahwa pakaiannya menjadi terkenal di kalangan orang banyak, karena warnamya berbeda dengan warna-warna pakaian mereka, sehingga orang-orang mengangkat pandangan mereka kepadanya, dan dia berlagak dengan kebanggaan dan kesombongan”. (Dinukil dari Jilbab Mar’atil Muslimah, hal:213)

Syeikh Al-Albani berkata: “Pakaian syuhroh adalah setiap pakaian yang diniatkan agar terkenal pada manusia. Baik pakaian itu mahal/berharga, yang pemakainya mengenakannya untuk membanggakan dengan dunia dan perhiasannya, atau pakaian buruk/rendah yang pemakainya mengenakannya untuk menampakkan zuhud (menjauhi dunia) dan riya’. (Jilbab Mar’atil Muslimah, hal:213). Al-hamdulillah Roobil ‘Alamiin

RUJUKAN: Jilbab Mar’atil Muslimah, karya Syeikh Al-Albani, penerbit: Maktabah Al-Islamiyah

Dikirim pada 22 Juli 2010 di Hijab

(menjadi *ibu rumah tangga* sungguh menyenangkan)


Ibu Rumah Tangga, sepintas langsung memberi bayangan akan pekerjaan yang menumpuk, menyapu, mengepel, nyiapin masak suami dan anak-anak, atau memberikan bayangan yang cukup menarik, arisan sana sini, pengajian keliling kota, memiliki waktu banyak dengan anak, dan tentunya bisa shopping sana sini. Namun ga bisa dihindari terkadang menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga menimbulkan kejenuhan tersendiri. kejenuhan itu timbul karena kerutinitasan tugas sehari-hari belum lagi rasanya tugas rumahnya tidak pernah selesai, ada saja yang harus dikerjakan oleh seorang ibu rumah tangga.
ada sebuah qoutes yang mengatakan

“A man’s work is from sun to sun, but a mother’s work is never done” – Author Unknown-

yupp!! that’s 1000000% agree!! pekerjaan seorang ibu terutama ibu rumah tangga ga akan pernah selesai, bahkan sampai anak kita sudah menikah bahkan kita sudah punya cucu. Kita sebagai ibu rumah tangga merasa telah berbuat begitu banyak bagi orang-orang dalam lingkungan terdekat kita, mengurus suami, anak-anak, rumah tangga, keuangan, lingkungan dan masih banyak lagi.

Seringkali ngerasa 24jam dalam sehari masih aja kurang, apalagi dengan jam terbang sibuk yang tinggi selama seharian penuh. bosan, pastinya… apalagi yang udah biasa kerja kantoran. kadang rasa bosan ini jadi buat kita sensitif dengan keadaan sekitar, jadi gampang marah, gampang ngambek, gampang stress juga. tapi sebaiknya jangan membiarkan rasa bosan kita kelamaan nangkring di hati kita, take a lead moms!!.

Ada beberapa tips menghilangkan rasa bosan :

* Cobalah hubungi kembali teman (akhwat) lama anda, terutama sahabat anda. berbagi cerita dengan sahabat anda setidaknya bisa mengurangi rasa kebosanan anda, anda akan tahu jika you’re not alone. Sahabat anda akan tahu bagaimana membuat anda kembali semangat, dan kita akan beruntung jika memiliki sahabat yang sangat kita sayangi yang bisa membuat hari kita dari hitam menjadi berwarna. Berada dengan sahabat dan bercerita dengan orang yang terkasih akan menjadi suatu dorongan tersendiri untuk kita tetap melanjutkan hidup.

* Tetap lakukan hobby anda! Hobby bisa menjadi suatu pengalihan suasana, pikiran dan perasaan hati kita. anda akan melakukan hobby dengan senang hati bukan?? bagi yang suka nulis,silahkan nulis dimana pun medianya, bagi yang suka internet bisa dicoba bikin blog sekarang banyak tutorial pembuatan blog gratiiiss lagee, bagi yang suka bertanam, coba lihat lagi tanaman anda apakah ada yang sudah lama tidak dipupuk, bagi yang hobby tidur, yaa jangan kelamaan tidur nya yaaa… hehe

* Selalu sempatkan waktu “me” time anda. mengulang2 bacaan Quran dengan khusyuk, atau baca sirah nabawi dan kisah2 shahabiyah yang anda sukai, tapi sebelumnya diskusikan dulu dengan pasangan anda. jangan sampai karena anda menuntut “me” time tapi malah makin merepotkan pasangan yang sedang dikejar deadline (misalnya) dan orang-orang di sekitar anda.

* Hilangkan anggapan bahwa menjadi ibu rumah tangga adalah sebuah pembodohan!! menyesallah orang2 yang bilang seperti itu. sebaliknya, justru dengan menjadi ibu rumah tangga kita dapat memperbanyak pengetahuan kita. misalnya ajah untuk membuat bubur bayi anak kita, ga mungkin khan main langsung masukkin bahan-bahan makanan, kita pasti mencari bahan bacaan yang berkaitan dengan hal tsb dan which is hal itu bisa menambah pengetahuan kita.

* Permudah pekerjaan rumah anda, yaa..yaa..yaa..saya tahu pekerjaan rumah tangga itu banyaaak n ga mudah semua, tapi permudahlah! misalnya untuk urusan masak, jika anda tak sempat memasak nasi setiap hari, masaklah nasi dalam jumlah yang cukup banyak dan simpan lah di kulkas, anda tinggal memanaskan ketika anda ingin makan. atau, soal lauk, buat lah lauk lauk yang gampang dibuat, jika ingin lauk yang cukup rumit, masaklah tahap2 awal nya, lalu simpan di kulkas, dan ketika ingin makan, anda tinggal memanaskannya saja (hehe).





* Masalah anak-anak; tidak usah menjadikan repot, dengan keberadaan kita yang stand by di rumah untuk mengurus dan mendidik anak ternyata sangat diperlukan dan bukanlah suatu yang sia-sia, karena dengan adanya kita di rumah, anak akan merasakan perhatian yang cukup dari orang tuanya, dia merasa terbimbing sehingga tak akan kehilangan orientasi dan kendali diri dalam menghadapi kehidupannya. Selain itu yang lebih penting lagi dengan keberadaan kita, seorang ibu di rumah sekaligus mengamalkan firman-Nya:

“Dan hendaklah kalian tetap di rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (Al-Ahzab: 33)

* Last but not least, ingatlah menjadi seorang ibu adalah pekerjaan yang mulia, terutama ibu rumah tangga (tanpa ingin merendahkan ibu bekerja which is saya salut bagi mereka yang kuat menjalankan 2 peran sekaligus). Menjadi seorang ibu rumah tangga merupakan kesempatan kita untuk mengabdi kepada suami dan merawat anak-anak kita, yang disini saya anggap suatu kesempatan untuk lebih mengerti akan beratnya peran seorang ibu, kesempatan untuk menambah pahala sebanyak-banyak (dengan kesabaran yang amat sangat diuji) dan lebih mendalami arti sebuah rumah tangga yang sesungguh nya. Being a full-time mother is one of the highest salaried jobs in my field, since the payment is pure love. ~ author unknown

Karena itu menjadi ibu rumah tangga merupakan suatu kemuliaan yang patut disyukuri, betapa tidak? Karena ia telah menjadi sebab kebaikan bagi keluarganya. Makanya seorang ibu rumah tangga seharusnya bangga dengan kedudukannya dan tak usah malu dengan “karirnya” di rumah dan juga tak perlu minder ketika ditanya: “Kerja di mana? ” Jawab saja: “Kerja di rumah, jadi sekretaris suami, dan manajer rumah tangga serta guru privat anak. “

Justru seorang ibu rumah tangga kalau serius dalam menjalankan tugasnya, ia akan menuai hasilnya baik di dunia maupun diakhirat. Adapun di dunia dia akan melihat buah hatinya tumbuh menjadi sosok yang saleh bermanfaat untuk keluarga, masyarakat, dan umat, di masa hidup kedua orangtuanya ia berbakti dan setelah mereka berdua wafat ia mendoakan mereka. Tentu saja itu kebahagiaan yang tiada tara bagi orangtuanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Apabila seorang anak Adam meninggal maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal,(yaitu) Shadaqah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, dan Anak saleh yang mendoakannya. ” (HR.Muslim)

Adapun di akhirat, seorang ibu rumah tangga yang konsisten dan bersabar dengan tugasnya, dia akan mengalami perubahan status, yang tadinya ibu rumah tangga menjadi ibu rumah surga….


Dikirim pada 12 Juli 2010 di Renungan Ayat

Gaza akan Wisuda 12 Ribu Penghafal Alqur’an



Hampir 12 ribu penghafal alquran di Jalur Gaza, setelah mereka menyelesaikan tahap akhir pemantapan selama 60 hari berturut-turut. Mereka tersebar pada ratusan pusat penghafal tahfidz Al-Qur’an di Gaza. Termasuk kamp-kamp pengungsian yang dijadikan halaqah-halaqah hifdzil Qur’an.



Mereka menamakan halaqah-halaqah tersebut “Generasi Qur’ani Untuk Al-Aqsha” yang berada dibawah pembiayaan pemerintah Palestina pimpinan Ismael Haneya dan langsung dibawah pengawasan departemen waqaf dan urusan agama Palestina.

Halaqah-halaqah ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Mereka berlomba-lomba mendaftarkan anak-anaknya pada halaqah tersebut, hingga banyak diantara para perserta yang ditolak, karena tempatnya sudah tak menampung lagi.

Sukses Besar
Sementara itu, Dr. Thalib Abu Syaer, menteri waqaf dan urusan agama Palestina mengatakan, kami sedang berupaya mewisuda sejumlah penghafal Alqur’an, setelah sebelumnya sukses selama beberapa tahun terakhir dan tentu kami merasa bangga.

Dalam wawancaranya dengan pusat infopalestina, menteri waqaf mengatakan, jauh-jauh hari kami sudah merencanakan dan menyusun perangkat-perangkat yang diperlukan dalam program kamp qur’ani. Ia berharap programnya ini bisa sukses.

Ia menyebutkan, ada sekitar 870 penghafal Alqur’an yang tersebar di 272 pusat tahfidz Alqur’an di Jalur Gaza (Rafah, Khanyunis, Gaza Tengah, Gaza, Gaza Utara).

Ia mengisyaratkan, pihaknya sedang mempersiapkan perhelatan akbar dan spektakuler untuk memberkan penghargaan pada para penghafal Al-Qur’an. Ia mengungkapkan, bangga atas prestasi para penghafal tersebut. Ini adalah kebiasaan yang baik yang digalakan pemerintah Palestina melalui menteru waqaf dan urusan agama secara khusus.

Peningkatan kemampuan dalam membaca dan menghafal
Di sisi lain, Dr. Abdullah Abu Jarbu deputi departemen waqaf mengatakan, proyek hifdzil Alqur’an yang dilakukan departemen waqaf ini bertujuan secara langsung mencetak para penghafal Alqur’an, disamping meningkatkan bacaan dan mereka, melalui penghafalan Alqur’an.

Dr. Abu Jarbu’ menjelaskan, ada sejumlah mahasiswa yang mempunyai predikat al-hafidz. Pihaknya sangat memperhatikan masalah ini dengan memunculkan bakat dan kemampuan mereka dalam menghafal Alqur’an. Mereka dipersiapkan untuk mengikuti kamp musabaqah tilawatil alqur’an regional dan internasional yang dapat mengangkat derajat Palestina di dunia internasional.

Proyek Besar
Di pihak lain, Diyab Radhi, seorang warga Palestina di Gaza sangat menghargai langkah yang dilakukan departemen waqaf dan urusan agama. Ia mengucapkan terima kasih pada pemerintah dalam hal ini, yang telah mengadakan program kamp hifdzil Alqur’an.

Ia menambahkan, kami telah menunggu dengan shabar musim panas tiba untuk memulai proyek besar ini dan agar kita bisa membentuk anak-anak kita dan selanjutnya kita membantu mereka untuk menghafal alqur’an dalam waktu tertentu.(republika)



Dikirim pada 09 Juli 2010 di Renungan Ayat



(Mengenang Seorang Mujahidah Dakwah, Dr. Munirah Said Sp.PD RahimahaLlah)



Muhammad Ihsan Zainuddin


“Jika hari ini engkau ditakdirkan tiada,

seperti apa engkau ingin dikenang?

Akankah ketiadaanmu akan ditangisi?

Akankah ketiadaanmu menyisakan arti?



Dahulu, orang-orang shaleh tak pernah ingin dikenang

Sebab kenangan tak punya arti apa-apa.


Mereka berbuat tidak untuk dikenang,


Tapi demi sebuah janji:


Perjumpaan di Surga dan menatap Wajah Allah.”



Hari itu –entah beberapa tahun yang silam-, perjuangan dakwah yang selama ini kita usung dapat sedikit bernafas lega. Hari itu, setelah sekian lama perjuangan ini menunggu, akhirnya lahirlah seorang ukhti pejuang dengan sebuah skill yang sangat dibutuhkan dalam perjuangan ini. Telah lahir seorang mujahidah dengan sebuah kemampuan yang selama ini dirindukan oleh para pejuang muslimah. Yah, hari itu telah lahir seorang mujahidah spesialis penyakit dalam (internist) bernama Munirah Said…

Hari itu –entah beberapa tahun yang silam-, para akhawat dan ummahat kita dapat tersenyum dan bernafas lega. Jika saatnya Allah menakdirkan mereka sakit, mereka tidak perlu lagi berkonsultasi dengan dokter-dokter pria. Bahkan ketika anak-anak mereka sakit, mereka tidak lagi pusing untuk dibawa ke mana karena “Dokter Munirah!”, itulah jawabannya.


***


Hari itu, seorang ikhwah mengantar istrinya yang sakit menemui Sang Dokter itu. Seperti biasa, sebuah sambutan yang hangat menyapa mereka. Ketika sesi konsultasi pun dimulai, meluncurlah keluhan sang ummu kepada Sang Dokter. Dan Sang Dokter dengan tulus memberikan saran-sarannya. Di akhir sesi konsultasi, Dokter Munirah menuliskan resep, dan ketika sang ummu bersiap membayar, “Jangan maki, Ummu…,” ujar dokter tulus itu dengan lembut.

Pada kali yang lain, seorang adik yang juga dokter menceritakan bahwa Dokter Munirah terlihat sibuk di salah satu rumah sakit di Makassar mengantar dan mendampingi seorang pasien melakukan pemeriksaan. Dan tidak hanya itu, Sang Dokter kita itu bahkan membantu sang pasien agar tidak dibebani biaya sepeser pun!

Di mana Anda bisa menemukan seorang dokter spesialis yang rela (baca: bela-belain) mengurus 1 orang pasien (sekali lagi: 1 orang pasien!) di sebuah rumah sakit, bahkan membantunya agar bebas biaya?? Anda benar. Di tengah ratusan dokter yang mungkin hanya sibuk berpikir bagaimana “mengembalikan modal”nya selama ini, mungkin hanya ada satu Dokter Munirah!

Kejadian-kejadian seperti itu sudah tidak terhitung lagi. Bukan hanya tidak perlu membayar, terkadang kita juga tanpa pandang waktu di saat mendesak menelpon Sang Dokter baik hati itu untuk memeriksa istri atau anak-anak kita. Dan ia tidak pernah menolak. Jika ia tidak bisa saat itu, ia akan mengaturkan waktu yang tepat untuk kita. Terkadang dengan semua kelelahannya setelah seharian mengurus pasien-pasiennya yang lain, pada jam 10 malam pun ia masih berkenan membukakan ruang konsultasinya untuk kita.

Dan ini mungkin hanya setitik dari sekian banyak kebaikan-kebaikannya…

Ia mungkin bukan seorang akhawat pengurus. Bukan pula seorang ustadzah ataumurabbiyah. Bukan pula orang yang biasa mengisi majlis ta’lim. Bukan pula orang yang pandai merangkai kata dengan pena yang ia miliki. Bukan pula seorang kaya raya. Ia “hanya” seorang dokter. Seorang dokter yang sederhana.

Ia “hanya” seorang dokter di antara puluhan ribu dokter yang ada di dunia ini. Tapi ia memiliki sebuah keikhlasan. Ia memiliki ketulusan yang sulit untuk diukur. Ia memiliki kelapangan hati sedemikian luas. Dengan itulah ia berdakwah kepada kita. Dan itulah yang membuatnya dicintai oleh begitu banyak hamba Allah. Itulah yang membuatnya dikenang oleh begitu banyak pejuang agama Allah. Dan itulah yang membuat air mata para ustadz, ikhwah dan akhawat menetes saat melepaskan kepergiannya…


***


Hari ini adalah hari Rabu. Tepat tanggal 7 Juli 2010 menurut penanggalan Masehi…

Tepat pukul 01.30 dini hari…

Kita melepaskan kepergian seorang mujahidah yang sejak bertahun-tahun silam kehadirannya selalu dinanti-nantikan oleh perjuangan dakwah ini. Hari ini kita harus merelakan kepergiannya sembari menggugat para dokter akhawat kita untuk melanjutkan semangat perjuangannya…

Hari ini, kita tidak lagi mendengar penolakan halus dan tulus Dokter yang mulia itu terhadap lembaran-lembaran rupiah usang yang dengan susah payah kita kumpulkan dari sisa-sisa kafalah kita yang tak seberapa…

Hari ini, jika anak dan istri kita jatuh sakit, setelah bertawakkal pada Allah, kita harus kembali berpikir keras untuk membawanya ke dokter mana lagi…

Tapi yang pasti, kepergian al-Thabibah al-Karimah (Sang dokter yang mulia, begitu Ustadz Yusran menyebut beliau dalam sms-nya kepada saya) itu telah mengajarkan kita betapa pentingnya untuk selalu berusaha menjadi seorang hamba yang ikhlas, tulus dan selalu berlapang dada kepada orang lain. Itu sungguh-sungguh akan membuat kita menjadi hamba yang dicintai oleh semua yang ada di langit dan bumi.

Selamat jalan, Dokter Munirah…

Engkau telah menuntaskan perjuanganmu usai hingga di sini.

Semoga kelak kita dapat berjumpa di Surga-Nya dan mengenang kembali saat-saat dimana engkau memeriksa kesehatan anak-istri kami di dunia ini dan menolak apa yang seharusnya engkau terima dari kami…

Dari dunia yang fana ini, kami hanya bisa mengucapkan: JazakiLlahu ‘anna wa ‘an al-Islam khairan.



Dikirim pada 09 Juli 2010 di Renungan Dakwah..!!
Awal « 1 » Akhir
Profile

"berjuanglah untuk kejayaan islam" “Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh janji setianya” More About me

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.652.749 kali


connect with ABATASA