0
02 Jul
Dikirim pada 02 Juli 2009 di Do’a

 Sesungguhnya, segala puji bagi Allah, kami memuji, meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri dan keburukan perbuatan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tiada orang yang bisa menyesatkannya. Barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tiada orang yang bisa

memberikan hidayah kepadanya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku bersaksi bahwa Muhammad  adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan salam kepada beliau, keluarga dan sahabatnya serta orangorang yang mengikuti jejak mereka dengan baik hingga hari kiamat. Amma ba’du:

 

Kami meminta kepada Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung dengan Asma’ul husna dan sifatsifat-Nya Yang Maha Tinggi, agar risalah ini dapat bermanfa’at untukku pada waktu hidup maupun sesudah tiada.

Bermanfa’at bagi orang yang membaca atau Bagi yang menyebarkanya, Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci lagi Maha Kuasa untuk melakukannya. Semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari Pembalasan.

 

KEUTAMAAN BERDZIKIR

 

Allah berfirman:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan). Dan bersyukurlah kepada-Ku, serta jangan ingkar (pada nikmat-Ku)” (QS. Al

Baqarah: 152)

“Hai orang-orang yang beriman ber-dzikirlah yang banyak kepada Allah (dengan menyebut nama-Nya)” (QS. Al Ahzaab: 41)

“Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung” (QS. Al Ahzaab: 35).

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu

dengan merendahkan diri dan rasa takut (pada siksaan-Nya), tidak mengeraskan suara, di pagi dan sore hari. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai” (QS. Al A’raf: 205)

 

Rasulullah  bersabda:

 

“Perumpamaan orang yang menyebut (nama) Tuhannya dengan orang yang tidak menyebut (nama)-Nya, laksana orang hidup dengan orang yang mati ”.

 

Rasulullah juga bersabda:

 

 

“Perumpamaan rumah yang digunakan untuk zikir

kepada Allah dengan rumah yang tidak digunakan

untuknya, laksana orang hidup dengan yang mati”.2

 

Rasulullah juga bersabda:

 

“Maukah kamu, aku tunjukkan perbuatanmu yang terbaik, paling suci disisi rajamu (Allah), dan paling mengangkat derajatmu; lebih baik bagimu dari infaq emas atau perak, dan lebih baik bagimu dari-pada

bertemu dengan musuhmu, lantas kamu memenggal lehernya atau mereka memenggal lehermu?”. Para shahabat yang hadir berkata: “Mau wahai Rasulullah!”. Beliau bersabda: “Dzikir kepada Allah

yang Maha Tinggi”.

 

Allah Yang Maha Tinggi berfirman (Dalam hadits Qudsi):

 

“Aku terserah persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya (memberi rahmat dan membelanya) bila dia menyebut nama-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam dirinya, aku menyebut namanya pada diri-Ku. Bila dia menyebut nama-Ku dalam perkumpulan orang banyak, Aku menyebutnya dalam perkumpulan yang lebih banyak dari mereka. Bila dia mendekat kepada-Ku sejengkal (dengan melakukan amal shaleh atau berkata baik), maka Aku mendekat kepadanya sehasta. Bila dia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa. Bila dia dating kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat (lari)”.

 

“Dari Abdullah bin Busr t dia berkata: Sesungguhnya seorang laki-laki berkata: “Wahai Rasulullah! sesungguhnya syari’at Islam telah banyak

aku terima, oleh karena itu, beri tahulah aku sesuatu hal buat peganganku”. Beliau bersabda: “Tidak hentihentinya lidahmu basah karena dzikir kepada Allah (lidahmu selalu mengucapkannya) ”.

 

 “Barang siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran, akan mendapatkan satu kebaikan. Sedangkan satu kebaikan akan dilipatkan sepuluh semisalnya. Aku tidak berkata: Alif Laaam Miim, satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu

 

 “Dari Uqbah bin Amir t berkata: “Rasulullah  keluar, sedangkan kami berada di serambi masjid (Madinah). Lalu beliau bersabda: “Siapakah diantara kamu yang senang berangkat pagi setiap hari ke Buthan atau Al Aqiq, lalu kembali dengan membawa dua unta yang besar punuknya tanpa mengerjakan dosa dan memutus silaturrahmi?” kami (yang hadir)

berkata: “Yaa kami senang ya Rasulullah!”,

 lalu beliau bersabda:

“Seseorang di antara kamu berangkat pagi ke mesjid, lalu mengajar atau membaca dua ayat Al Qur’an, hal itu lebih baik baginya daripada dua unta. Dan (bila mengajar atau membaca) tiga (ayat) akan lebih baik daripada memperoleh tiga (unta). Dan (bila membaca atau mengajar) empat ayat akan lebih baik baginya daripada memperoleh empat (unta) dan dari seluruh bilangan unta”.

 

Rasulullah bersabda:

 

 “Siapa yang duduk di suatu tempat, lalu tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka dia akan mendapat sesuatu yang tidak disenangi dari Allah. Barang siapa yang berbaring di suatu tempat, lalai tidak berdzikir kepada Allah, maka dia akan mendapatkan sesuatu yang tidak disenangi dari

 

 “Apabila suatu kaum duduk di majlis, lantas tidak berdzikir kepada Allah dan tidak membaca shalawat kepada Nabi-Nya, niscaya mereka mendapat sesuatu yang tidak disenangi dari Allah. Apabila Allah

berkehendak, maka Dia akan menyiksa mereka; dan apabila tidak, Allah akan mengampuni dosa mereka

 

“Setiap kaum yang berdiri dari suatu majlis, yang mereka tidak berdzikir kepada Allah di dalamnya, maka mereka laksana berdiri dari bangkai keledai dan mereka akan menyesal (di hari kiamat) ”.

 



Dikirim pada 02 Juli 2009 di Do’a
comments powered by Disqus
Profile

"berjuanglah untuk kejayaan islam" “Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh janji setianya” More About me

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.658.755 kali


connect with ABATASA