0



(Mengenang Seorang Mujahidah Dakwah, Dr. Munirah Said Sp.PD RahimahaLlah)

Muhammad Ihsan Zainuddin

“Jika hari ini engkau ditakdirkan tiada,
seperti apa engkau ingin dikenang?
Akankah ketiadaanmu akan ditangisi?
Akankah ketiadaanmu menyisakan arti?

Dahulu, orang-orang shaleh tak pernah ingin dikenang
Sebab kenangan tak punya arti apa-apa.

Mereka berbuat tidak untuk dikenang,

Tapi demi sebuah janji:

Perjumpaan di Surga dan menatap Wajah Allah.”

Hari itu –entah beberapa tahun yang silam-, perjuangan dakwah yang selama ini kita usung dapat sedikit bernafas lega. Hari itu, setelah sekian lama perjuangan ini menunggu, akhirnya lahirlah seorang ukhti pejuang dengan sebuah skill yang sangat dibutuhkan dalam perjuangan ini. Telah lahir seorang mujahidah dengan sebuah kemampuan yang selama ini dirindukan oleh para pejuang muslimah. Yah, hari itu telah lahir seorang mujahidah spesialis penyakit dalam (internist) bernama Munirah Said…

Hari itu –entah beberapa tahun yang silam-, para akhawat dan ummahat kita dapat tersenyum dan bernafas lega. Jika saatnya Allah menakdirkan mereka sakit, mereka tidak perlu lagi berkonsultasi dengan dokter-dokter pria. Bahkan ketika anak-anak mereka sakit, mereka tidak lagi pusing untuk dibawa ke mana karena “Dokter Munirah!”, itulah jawabannya.

***

Hari itu, seorang ikhwah mengantar istrinya yang sakit menemui Sang Dokter itu. Seperti biasa, sebuah sambutan yang hangat menyapa mereka. Ketika sesi konsultasi pun dimulai, meluncurlah keluhan sang ummu kepada Sang Dokter. Dan Sang Dokter dengan tulus memberikan saran-sarannya. Di akhir sesi konsultasi, Dokter Munirah menuliskan resep, dan ketika sang ummu bersiap membayar, “Jangan maki, Ummu…,” ujar dokter tulus itu dengan lembut.

Pada kali yang lain, seorang adik yang juga dokter menceritakan bahwa Dokter Munirah terlihat sibuk di salah satu rumah sakit di Makassar mengantar dan mendampingi seorang pasien melakukan pemeriksaan. Dan tidak hanya itu, Sang Dokter kita itu bahkan membantu sang pasien agar tidak dibebani biaya sepeser pun!

Di mana Anda bisa menemukan seorang dokter spesialis yang rela (baca: bela-belain) mengurus 1 orang pasien (sekali lagi: 1 orang pasien!) di sebuah rumah sakit, bahkan membantunya agar bebas biaya?? Anda benar. Di tengah ratusan dokter yang mungkin hanya sibuk berpikir bagaimana “mengembalikan modal”nya selama ini, mungkin hanya ada satu Dokter Munirah!

Kejadian-kejadian seperti itu sudah tidak terhitung lagi. Bukan hanya tidak perlu membayar, terkadang kita juga tanpa pandang waktu di saat mendesak menelpon Sang Dokter baik hati itu untuk memeriksa istri atau anak-anak kita. Dan ia tidak pernah menolak. Jika ia tidak bisa saat itu, ia akan mengaturkan waktu yang tepat untuk kita. Terkadang dengan semua kelelahannya setelah seharian mengurus pasien-pasiennya yang lain, pada jam 10 malam pun ia masih berkenan membukakan ruang konsultasinya untuk kita.

Dan ini mungkin hanya setitik dari sekian banyak kebaikan-kebaikannya…

Ia mungkin bukan seorang akhawat pengurus. Bukan pula seorang ustadzah ataumurabbiyah. Bukan pula orang yang biasa mengisi majlis ta’lim. Bukan pula orang yang pandai merangkai kata dengan pena yang ia miliki. Bukan pula seorang kaya raya. Ia “hanya” seorang dokter. Seorang dokter yang sederhana.

Ia “hanya” seorang dokter di antara puluhan ribu dokter yang ada di dunia ini. Tapi ia memiliki sebuah keikhlasan. Ia memiliki ketulusan yang sulit untuk diukur. Ia memiliki kelapangan hati sedemikian luas. Dengan itulah ia berdakwah kepada kita. Dan itulah yang membuatnya dicintai oleh begitu banyak hamba Allah. Itulah yang membuatnya dikenang oleh begitu banyak pejuang agama Allah. Dan itulah yang membuat air mata para ustadz, ikhwah dan akhawat menetes saat melepaskan kepergiannya…

***

Hari ini adalah hari Rabu. Tepat tanggal 7 Juli 2010 menurut penanggalan Masehi…

Tepat pukul 01.30 dini hari…

Kita melepaskan kepergian seorang mujahidah yang sejak bertahun-tahun silam kehadirannya selalu dinanti-nantikan oleh perjuangan dakwah ini. Hari ini kita harus merelakan kepergiannya sembari menggugat para dokter akhawat kita untuk melanjutkan semangat perjuangannya…

Hari ini, kita tidak lagi mendengar penolakan halus dan tulus Dokter yang mulia itu terhadap lembaran-lembaran rupiah usang yang dengan susah payah kita kumpulkan dari sisa-sisa kafalah kita yang tak seberapa…

Hari ini, jika anak dan istri kita jatuh sakit, setelah bertawakkal pada Allah, kita harus kembali berpikir keras untuk membawanya ke dokter mana lagi…

Tapi yang pasti, kepergian al-Thabibah al-Karimah (Sang dokter yang mulia, begitu Ustadz Yusran menyebut beliau dalam sms-nya kepada saya) itu telah mengajarkan kita betapa pentingnya untuk selalu berusaha menjadi seorang hamba yang ikhlas, tulus dan selalu berlapang dada kepada orang lain. Itu sungguh-sungguh akan membuat kita menjadi hamba yang dicintai oleh semua yang ada di langit dan bumi.

Selamat jalan, Dokter Munirah…

Engkau telah menuntaskan perjuanganmu usai hingga di sini.

Semoga kelak kita dapat berjumpa di Surga-Nya dan mengenang kembali saat-saat dimana engkau memeriksa kesehatan anak-istri kami di dunia ini dan menolak apa yang seharusnya engkau terima dari kami…

Dari dunia yang fana ini, kami hanya bisa mengucapkan: JazakiLlahu ‘anna wa ‘an al-Islam khairan.

Dikirim pada 09 Juli 2010 di Renungan Dakwah..!!


Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan


RED ALERT (1) : Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan


Bismillaahir rohmanir rohiim
Assalamu’alaykum warohmatullaahi wa barokaatu.


Saudara-saudariku yang dirahmati oleh Allah ta’ala...

Berikut ini marilah kita bahas dan selidik beberapa Trik dan Strategi Penyesatan serta Pemurtadan yang sedemikian gencar "mereka" upayakan terhadap negeri yang bernama Endonesia ini. Maka, WASPADALAH... !!!

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma’afkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya[82]. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu ." (QS.al-Baqarah {2}:109).

[82]. Maksudnya: keizinan memerangi dan mengusir orang Yahudi.

Dalam suatu riwayat dikemukakan bahwa Hay bin Akhtab dan Abu Jasir bin Akhtab termasuk kaum Yahudi yang paling hasud terhadap orang Arab, dengan alasan Allah telah mengistimewakan orang Arab dengan mengutus Rasul dari kalangan mereka. Kedua orang bersaudara itu bersungguh-sungguh mencegah orang lain masuk Islam. Maka Allah menurunkan ayat ini (S. 2: 109) sehubungan dengan perbuatan kedua orang itu. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Sa’id atau ’Ikrimah yang bersumber dari Ibnu Abbas.)


JALUR-JALUR STRATEGI DITERAPKAN DANGAN BERBAGAI CARA



1. MELALUI INVASI KEBUDAYAAN, dengan mempengaruhi pola pikir

a. Strategi ini diterapkan karena ada ajaran dalam Matius 9: 37-38à tahun 2006 ditetapkan sebagai tahun penunaian besar-besaran=tahun pemurtadan. Dengan meminjam tenaga dari orang Islam yang berpola pikir bebas tanpa batas untuk dijadikan corong pengaburan ajaran islam. Seringkali yang dijadikan senjata adalah ayat al-qur’an surat al-baqarah 62/al-maidah:69 dalih bahwa semua agama itu sama, atau al-maidah:5 dijadikan legalitas kawin campur.

b. Sampai saat ini strategi Snaugh Horgronye masih diterapkan, yakni menghadapi kaum muslimin bukan dengan kekerasan tetapi merusak Islam dari dalam dengan cara

1) Pendangkalan aqidah, yang ditonjolkan adlah mistiknyam khurafat agar mendekati syirik.

2) Menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam yang sebenarnya, hindarkan mereka menghindari ayat al-qur’an tetapi doronglah pada lagu qiraatnyaàkadang kita terjebak pada tadarus pada percepatannya bukan pada tadarus lafdhiyyah(perhatian pada makhraj dan tajwid dan sangat kurang pada tadabbur(pencermatan) ayat dikaitkan dengan ayat lain atau hadist, mungkin dirunut juga asbabun nuzulnya. Diperkuat dengan pernyataan missionaris Zwemmer pada Konferensi Missionaris

“misi kita bukan menghancurkan muslim, tetapi memisahkan mereka dari ajaran Islam, agar menjadi muslim yang tidak berakhlak, dengan begitu akan membuka kemenangan imperialis di negeri Islam. Tujuan kalian dalma missionaris memepersiapkan generasi baru sesuai kehendak penjajah.

3) Merusak moral angkatan muda Islam

a) Atas nama anak gaul, anak Islam dibujuk senang pada pesta valentine dan halowen yang kadang mengarah pada kebebasan pergaulan.
b) Kasus Doulos anak-anak Muslim yang dicekoki miras dan narkoba bahkan pengakuan John F. Tenker dari Manado (informasi Ulil Albab, Kodiran Salim) bahwa narkoba merupakan alat yang merusak kaum muda Islam, meski dalam hal ini sulit dibuktikan


2. MELALUI INVASI KEKERASAN, cara yang diterapkan adalah dengan:

a. Psywar berupa teror dan pembentukan opini bahwa Islam adalah identik dengan kekerasan, dengan penggunaan ayat-ayat al-Qur’an tentang peperangan dan menunjukkan beberapa kesadisan yang dilakukan Islam (contoh film fitnah)
b. Menimbulkan konflik di daerah-daerah tertentu seperti Maluku dan Poso
c. Penculiian dan dicuci otaknyaàgadis MAN di Padang, Akbid ‘Aisyiyah di Jawa barat, Mahasiswa di Lampung, dst


3. MELALUI JALUR EKONOMI. dengan jargon pengentasan kemiskinan sangat strategis untuk pemurtadan, memberikan bantuan kepada yang membutuhkan berupa:

a. Pemberian atau peminjaman modal
b. Bantuan/pembebasan SPP
c. Bantuna menyalurkan tenaga kerja
d. Pembagian sembako/ bahkan ada yang berani menggunakan bingkisan lebaran
e. Pemberdayaan masyarakatàACT, Action Church together


4. MELALUI PENDIDIKAN

a. Secara terang-terangan menolak sikdiknas terutama pasal penyediaan guru agama yang sejenis agama anak didik.
b. Mendirikan beberapa perguruan tinggi yang mengajarkan Islamologi sebanyak 36-40 SKS seperti Institut Teologi Kalimatullah(ITK) pimpinan Josias Lengkong, sekolah Tinggi Teologi(STT), Apostolos pimpinan Yusuf Roni. Mereka memiliki ayat-ayat favorit dari al-Qur’an untuk legalisasi ajaran mereka. Dengan persiapan matang mendompleng kajian bersama dan mengetengahkan ayat-ayat al-Qur’an yang dijadikan senjata untuk memukul umat Islam
c. Program Asrama Daniel, Salatiga: Beasiswa Info Internasional


5. JALUR POLITIK. Melalui politik praktis ataupun mempengaruhi kebijakan, misalnya

a. Pendekatan pada pemegang kekuasaan, melakukan intervensi kebijakan, agar mereka menjalankan pemerintahan sesuai pesanan sang majikan.
b. PDS adalah keberhasilan persatuan mereka meraih akses kekuasaan, meski perolehan belum mencukupi tetapi bisa menjadi kekuatan mereka dalam menduduki kekuasaan.
c. Beberapa daerah yang rawan konflik menjadi pemicu SARA, contohnya RMS sejatinya bukan Rakyat Maluku Selatan tetapi Rakyat Maluku Seraini, di Poso. Hal ini selain dapat menjatuhkan citra pemerintah juga bertujuan untuk menyakiti umat Islam
d. Proyek Yosef(2004)=PDS dan Proyek Daud(2009)=PKD(Partai Kristen Demokrat). Target mereka: DPRD kab/kota:286 kursi, DPRD Propinsi: 54 kursi, DPRRI:13 kursi dan melirik RI 1 atau RI 2
e. Politik Mapping(pemetaan Politik)

1) Segmentasi pasar: gereja, ormas, kepemudaan dan mahasiswa
2) Optimalisasi pemilih pemula
3) Gol Hindu, Budha dan Konghucu sebagai karib
4) Kejawen, kebatinan, aliran kepercayaan, dibina secara optimal
5) Floating mass=masa mengambang dan Escapist mass=masa pelarian lahan penggarapan


6. JALUR KESEHATAN SANGAT POTENSIAL. Bahkan dokter aktifis penginjil berpendapat seorang dokter lebih efektif dan efisien melakukan pengabaran injil daripada sepuluh penginjil

a. Pemanfaatan waktu ketika menghadapi pasien
b. Pemanfaatan waktu ketika pasien merasa takut di operasi
c. Memberikan pengobatan dan pemeriksaan gratis
d. Pengonatan massal {endeta Youngren


7. PEMANFAATAN MEDIA TULIS. Berupa buku-buku yang ditulis murtadian, leflet dan brosur serta lukisan, misalnya

a. The Islamic invasion karya Robert Morrey yang kemudian telah dijawab oleh Bunda Irena Handono (muhtadin)
b. Buku upacara Haji tulisan Drs Poernama Winangun (murtadin)
c. pengakuan gadis kristen (NITA) yang mempertanggungjawabkan imannya di pusat pengginjilan Nehemia yang memojokkan pemuda Islam(EKY) yang kemudian dikristenkan.
d. leflef yang sarat dengan ayat al-qur’an dan hadist, seperti rahasia menuju jalan surga, keselamatan Iman dan Ketaatan pada sirathal mustaqim, alamat postboxnya sama dengan penginjil Nehemiaà pengakuan Ihsan Mokoginta(Muhtadin)
e. Yesus dalam Al-Qur’an tulisan Abdul Yadi/Pariyadi(murtadin) yang juga ahli menulis kaligrafi


8. PEMANFAATAN MEDIA SENI BUDAYA

a. Membangan tempat ibadah yang sesuai dengan kebudayaan setempat, gereja berbentuk rumah gadang, gereja denngan kubah, gereja menyerupai rumah tinggal
b. Pengamen mulai melanyanyikan lagu gerejani
c. kaligrafi


MEMINJAM TENAGA YANG TIDAK KASAT MATA, ATAU DENGAN DENGAN CARA MISTIK



a. Meminjan tenaga jin, ada yang kerasukan da menyebut Yesus. Hal ini tidak aneh karena menurut korintus 2:11-14=iblis dapat menyamar menjadi malaikan terang

b. Pengobatan yang tiba-tiba dapt sembuh, walau nanti jika kekuatan jinnya tak ada kembali sakit lagi

PERKAWINAN/PERGAULAN MUDA, dengan beberapa metode, diantaranya

a. D3 (dipacari, dihamili dan dimurtadkan) atau metode hamilisasi, diterapkan kepada sesama anak muda

b. Angkut penumpang, jika pasangannnya kembali ke Islam maka yang terpenting anak-anak didiknya ikut ke kristen.


BERKEDOK ISLAMI



a. Shalawatan, tetapi yang dibaca adalah doa dalam Matius 6:9-13 (abanaldzi fi samawati, lataqaddasi ismuka, liyakti malakuutuka, latakun masyiyatuka...dst) = bapa kami yang ada di surga, dikuduskanlah nama-Mu, datangkanlah kerajaan-Mu, jadikanlah kehendak-Mu.

b. Melakukan tilawatil injil

c. Membuat kaligrafi juga seperti dalam doa matius 6:9-13

d. Mempelajari ayat-ayat al-Qur’an tertentu untuk legalisasi ajaran mereka

e. Mereka melakukan sholatul sab’u karangan pendeta yusuf Roni:

Tabarokallahu ilahuna kulahinin wa ana kullu awwanin wa dahradahirin. Amen. Bismi abi wa ibni wa rukhil quddusi al ilaha wahid. Ketika pendeta mengakhiri sholat mmembaca “assalamu li jami’ikum, jama’ah menjawab wa ma’a ruhika aidhon

f. Pendeta Ignatius Soetawan lulusan sekolah tinggi Prajnawidya Yogyakarta, berhasil menciptakan shalat rabbaniyah yang doanya dengan bahas Arab menggunakan Injil matius 6:9-1


TRIK PENDEKATAN YANG DIGUNAKAN



1. Menerapkan injil Matius 10:16,, halus seperti merpati tetapi licik seperti ular

2. Kamuflase atau penyamaran, karena memang diajarkan oleh Paulus dalam Korintus 1, 9:29, pura-pura fasih berbahasa Arab/al-Qur’an

3. Kadang membolehkan dusta atau peniouan dan memang diperbolehkan dalam Roma 3:7, kegiatan tanpa identitas

4. Teori makan bubur panas: pemurtadan diawali dari daerah pinggiran dan pedesaan baru pada pusat desa atau kota

5. Debat, namun sasarannya orang yang lemah pengetahuannya

6. Tebar pesona: menunjukkan sikap baik suka membantu, ramah, sopan, span aktif di masyaarakat, menunjukkan kasih ke setiap orang.

“Sebagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang timbul dari diri mereka sendirir, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka. Sampai Allah mendatangkan perintah-Nya*. Sesungguhnya Allah maha Kuasa Atas segala sesuatu.

*maksudnya: keizinan mamerangi dan mengusir orang Yahudi.

Matius 28:19, Amanat Agung, perintah memberitkan injil

“Karena itu pergilah, jadikanlah semua murid-Ku dan baptislah mereka dengan nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”

(ayat ini termasuk yang diklarifikasi menurut Robert Funk guru besar di Havard University ahli pneliti kitab perjanjian baru, ayat ini tambahan)


LOGIKA



Gereja dan pendeta membutuhkan jema’at. Jema’at yang sudah ada milik gereja dan pendeta tertentu. Tiada jalan lain selain memurtadkan umat lain.

Proses perjuangann kaum salibis/palangis untuk kristenisasi di Indonesia melalui proses panjang, berawal dari truma perang salib, kemudian dikembangkan dengan ekspedisi portugal dalma misi TRIPPLE MiSSIONS yaitu god(kejayaan), glory(kekuasaan), gospel(penyebaran agama). Pada masa penjajahan pun telah diterapkan krisrening polotok(1916) melalui misi dan zending yang mat giat upaya pemurtadannya. Sampai KHA. Dahlan pernah debat dengan pendeta Dimine Bakker, Zwemmer, dan Loberton. Ahli kitab (orang yang pernah mendapat kitab), baik Yahudi maupun Nashara à sekarang kristen(kis 11:26). Akan selalu mencari cara maupun celah untuk melaksanakan panggilan/ misi amanat agung tersebut.


GRAND STRATEGI



Dalam sidang Luar Biasa Dewan Gereja Indonesia di Hotel Sahid Surabaya tanggal 8-10 Juni 2001 mereka memutuskan tahapan strategi kristenisasi.

1. Strategi jangka panjang

a. Mewujudkan pemerintahan yang diisi oleh pejabat kristen
b. Mewujudkan agama Kristen sebagai komunitas mayoritas
c. Mewujudkan negara Kristen di Indonesia

2. Strategi jangka menengah

a. Mungupayakan pendirian gereja di seluruh pelosok tanah air
b. Membentuk pasukan yang siap untuk menghadapi musuh kristen
c. Mewujudkan sistem ekonomi terpusat di setiap daerah di Indonesia

3. Strategi jangka pendek

a. Merekrut jama’ah Kristen dengan jalan pemurtadan atau dengan kekayaan/uang
b. Membuat posko pengaduan segala macam kasus

Anggaran untuk grand strategi adalah 200 trilyunn, diantaranya untuk: Proyek Yerico, Proyek Andalas, Proyek Rencong, Proyek DKI, dll.

Wallahua’lam bish-showab. WASPADALAH... !!!

Dikirim pada 01 Maret 2010 di Renungan Dakwah..!!

Pesan Kebangkitan Untuk Putra & Putri Ummat Yang Terluka
Saudara-saudara kaum muslimin yang kami cintai..

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh..

Perkenankanlah kami, Harakah Sunniyah untuk Masyarakat Islami (HASMI), sebuah gerakan dakwah kebangkitan, menyampaikan pesan singkat dan ajakan ini.Kejayaan dan kecemerlangan dunia yang membahagiakan, ada pada penitian jalan yang lurus, jalan wahyu Ilahy… Semua jalan selain jalan itu adalah jalan kesengsaraan yang selalu dibanjiri oleh arus derita.Hal itu adalah tatanan dasar kehidupan sejak terciptanya kehidupan ini. Tatanan yang tak akan berubah sepanjang masa… Penyelisihannya adalah bencana yang besar.

Tanpa sedikitpun mengurangi nilai-nilai kemulyaan yang ada di negeri ini, kita akui bahwa kondisi penyelisihan jalan Ilahi yang lurus, Sirotulmustaqim, di negeri kita dewasa ini sudah sangat memprihatinkan sekali. Kesyirikan-kesyirikan, kepalsuan-kepalsuan, kerusakan akhlak, pembangkangan besar-besaran terhadap hukum-hukum Alloh subhanahu wa ta’ala di seluruh bidang kehidupan dan lain-lainnya sudah menjadi bagian yang besar dari kehidupan masyarakat kita.

Masyarakat kita dipenuhi oleh kenistaan-kenistaan. Korupsi.. judi.. miras.. porno aksi.. penindasan-penindasan.. takhayul.. kepalsuan-kepalsuan dan lain-lain. Semua itu akan, bahkan sudah menyebabkan bencana-bencana yang terus-menerus menimpa kita! Banjir… dan banjir lagi, gempa, letusan gunung merapi, bermacam-macam penyakit; demam berdarah, flu burung dan sekarang… sekarang! Flu babi, yaa flu babi yang dangat diharamkan! Bencana, bencana dan bencana. Bencana-bencana itu tak akan pernah berhenti sampai kita semua terbinasakan! Kecuali bila kita mau bangkit kembali meniti Sirotulmustaqim, Islam yang murni, yang tidak tersusupi oleh ritual-ritual palsu karangan tangan-tangan kotor para penoda. Sampai kita bertekad meninggalkan kenistaan-kenistaan itu. Dengan demikian bukan hanya keselamatan dunia saja yang dicapai, tetapi juga kebahagiaan akhirat, yang pada hakikatnya adalah tujuan kita yang utama.

Mari bergabung dengan HASMI, berupaya membentuk masyarakat yang Islami demi meraih keselamatan dan kebahagiaan dunia dan di akhirat. Jalan yang kami tempuh untuk tujuan ini adalah jalan dakwah yang damai dan tentram.

Kami memilih strategi dakwah, karena demikianlah strategi para rasul. Kami menolak strategi kekerasan yang hanya melahirkan kekacauan, ketakutan dan kerusakan. Strategi seperti ini tidak bisa melahirkan sebuah kebangkitan. Walaupun kami meyakini bahwa jalan parlementer tidak akan melahirkan kebangkitan, karena kebangkitan jiwa hanya bisa terjadi dengan pencerahan jiwa-jiwa oleh usaha-usaha dakwah yang benar, tetapi kami tetap menghargai keyakinan saudara-saudara kita yang meniti jalan parlementer.

Dengan dakwah yang benar untuk meniti manhaj yang benar, kami yakin kita akan sanggup membentuk jaringan orang-orang yang bertekad untuk meniti jalan yang lurus terlepas dari tingkatan keislaman masing-masing. Jaringan yang terus menerus dibina secara Islami adalah embrio sebuah masyarakat Islami…

Tak usah ragu untuk menjadi anggota, tidak ada syarat apapun juga! Anda tak akan terbebani oleh beban apapun juga. Kami tidak meminta harta anda. Hubungan kita tidak didasarkan atas harta. Kami akan memberi tahu tentang kegiatan-kegiatan kami dan anda bisa mengikuti jika anda menghendakinya dan tidak ada pertanyaan mengapa tidak mengikutinya.

Semua tanpa beban… semua hanya ketentraman…

Mari bergabung bersama kami dengan mendaftarkan diri anda melalui :

http://www.hasmi.org/hasmi/index.php?option=com_content&view=article&id=64&Itemid=70

atau

Ketik:

Daftar#Nama#Jenis kelamin#Tahun kelahiran#Kota domisili

Kirim ke: 08121 000 9451 (tarif biasa)

Setelah menerima nomer keanggotaan, anda kami minta mengirimkan alamat email (jika ada) dan alamat pos yang sejelas-jelasnya ke nomer yang sama untuk memudahkan korespondensi kita. Dengan cara ketik:

Lengkapi#Nama#Alamat lengkap#Email anda

Kirim ke: 08121 000 9451

Atas nama DPP HASMI-BOGOR, kami ucapkan banyak terima kasih atas kesudian anda menyimak pesan kami ini.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh

Dikirim pada 13 Februari 2010 di Renungan Dakwah..!!

Hukum Mengucapkan Selamat Natal.

Berikut adalah fatwa ulama besar Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah, dari kumpulan risalah (tulisan) dan fatwa beliau (Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin), 3/28-29, no. 404.

Beliau rahimahullah pernah ditanya,

“Apa hukum mengucapkan selamat natal (Merry Christmas) pada orang kafir (Nashrani) dan bagaimana membalas ucapan mereka? Bolehkah kami menghadiri acara perayaan mereka (perayaan Natal)? Apakah seseorang berdosa jika dia melakukan hal-hal yang dimaksudkan tadi, tanpa maksud apa-apa? Orang tersebut melakukannya karena ingin bersikap ramah, karena malu, karena kondisi tertekan, atau karena berbagai alasan lainnya. Bolehkah kita tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam perayaan ini?”

Beliau rahimahullah menjawab :

Memberi ucapan Selamat Natal atau mengucapkan selamat dalam hari raya mereka (dalam agama) yang lainnya pada orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan kesepakatan para ulama (baca : ijma’ kaum muslimin), sebagaimana hal ini dikemukakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitabnya ‘Ahkamu Ahlidz Dzimmah’. Beliau rahimahullah mengatakan,

“Adapun memberi ucapan selamat pada syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal, pen) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma’ (kesepakatan) kaum muslimin. Contohnya adalah memberi ucapan selamat pada hari raya dan puasa mereka seperti mengatakan, ‘Semoga hari ini adalah hari yang berkah bagimu’, atau dengan ucapan selamat pada hari besar mereka dan semacamnya.” Kalau memang orang yang mengucapkan hal ini bisa selamat dari kekafiran, namun dia tidak akan lolos dari perkara yang diharamkan. Ucapan selamat hari raya seperti ini pada mereka sama saja dengan kita mengucapkan selamat atas sujud yang mereka lakukan pada salib, bahkan perbuatan seperti ini lebih besar dosanya di sisi Allah. Ucapan selamat semacam ini lebih dibenci oleh Allah dibanding seseorang memberi ucapan selamat pada orang yang minum minuman keras, membunuh jiwa, berzina, atau ucapan selamat pada maksiat lainnya.

Banyak orang yang kurang paham agama terjatuh dalam hal tersebut. Orang-orang semacam ini tidak mengetahui kejelekan dari amalan yang mereka perbuat. Oleh karena itu, barangsiapa memberi ucapan selamat pada seseorang yang berbuat maksiat, bid’ah atau kekufuran, maka dia pantas mendapatkan kebencian dan murka Allah Ta’ala.” –Demikian perkataan Ibnul Qoyyim rahimahullah-

Dari penjelasan di atas, maka dapat kita tangkap bahwa mengucapkan selamat pada hari raya orang kafir adalah sesuatu yang diharamkan. Alasannya, ketika mengucapkan seperti ini berarti seseorang itu setuju dan ridho dengan syiar kekufuran yang mereka perbuat. Meskipun mungkin seseorang tidak ridho dengan kekufuran itu sendiri, namun tetap tidak diperbolehkan bagi seorang muslim untuk ridho terhadap syiar kekufuran atau memberi ucapan selamat pada syiar kekafiran lainnya karena Allah Ta’ala sendiri tidaklah meridhoi hal tersebut. Allah Ta’ala berfirman,

إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ

“Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar [39] : 7)

Allah Ta’ala juga berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS. Al Maidah [5] : 3)

[Apakah Perlu Membalas Ucapan Selamat Natal?]

Memberi ucapan selamat semacam ini pada mereka adalah sesuatu yang diharamkan, baik mereka adalah rekan bisnis ataukah tidak. Jika mereka mengucapkan selamat hari raya mereka pada kita, maka tidak perlu kita jawab karena itu bukanlah hari raya kita dan hari raya mereka sama sekali tidak diridhoi oleh Allah Ta’ala. Hari raya tersebut boleh jadi hari raya yang dibuat-buat oleh mereka (baca : bid’ah). Atau mungkin juga hari raya tersebut disyariatkan, namun setelah Islam datang, ajaran mereka dihapus dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan ajaran Islam ini adalah ajaran untuk seluruh makhluk.

Mengenai agama Islam yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri berfirman,

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآَخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imron [3] : 85)

[Bagaimana Jika Menghadiri Perayaan Natal?]

Adapun seorang muslim memenuhi undangan perayaan hari raya mereka, maka ini diharamkan. Karena perbuatan semacam ini tentu saja lebih parah daripada cuma sekedar memberi ucapan selamat terhadap hari raya mereka. Menghadiri perayaan mereka juga bisa jadi menunjukkan bahwa kita ikut berserikat dalam mengadakan perayaan tersebut.

[Bagaimana Hukum Menyerupai Orang Nashrani dalam Merayakan Natal?]

Begitu pula diharamkan bagi kaum muslimin menyerupai orang kafir dengan mengadakan pesta natal, atau saling tukar kado (hadiah), atau membagi-bagikan permen atau makanan (yang disimbolkan dengan ‘santa clause’ yang berseragam merah-putih, lalu membagi-bagikan hadiah, pen) atau sengaja meliburkan kerja (karena bertepatan dengan hari natal). Alasannya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” (HR. Ahmad dan Abu Dawud. Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam kitabnya Iqtidho’ Ash Shirothil Mustaqim mengatakan,

“Menyerupai orang kafir dalam sebagian hari raya mereka bisa menyebabkan hati mereka merasa senang atas kebatilan yang mereka lakukan. Bisa jadi hal itu akan mendatangkan keuntungan pada mereka karena ini berarti memberi kesempatan pada mereka untuk menghinakan kaum muslimin.” -Demikian perkataan Syaikhul Islam-

Barangsiapa yang melakukan sebagian dari hal ini maka dia berdosa, baik dia melakukannya karena alasan ingin ramah dengan mereka, atau supaya ingin mengikat persahabatan, atau karena malu atau sebab lainnya. Perbuatan seperti ini termasuk cari muka (menjilat), namun agama Allah yang jadi korban. Ini juga akan menyebabkan hati orang kafir semakin kuat dan mereka akan semakin bangga dengan agama mereka.

Allah-lah tempat kita meminta. Semoga Allah memuliakan kaum muslimin dengan agama mereka. Semoga Allah memberikan keistiqomahan pada kita dalam agama ini. Semoga Allah menolong kaum muslimin atas musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Kuat lagi Maha Mulia.

:: Fatwa Kedua ::

Berkunjung Ke Tempat Orang Nashrani untuk Mengucapkan Selamat Natal pada Mereka

Masih dari fatwa Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin rahimahullah dari Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin, 3/29-30, no. 405.

Syaikh rahimahullah ditanya : Apakah diperbolehkan pergi ke tempat pastur (pendeta), lalu kita mengucapkan selamat hari raya dengan tujuan untuk menjaga hubungan atau melakukan kunjungan?

Beliau rahimahullah menjawab :

Tidak diperbolehkan seorang muslim pergi ke tempat seorang pun dari orang-orang kafir, lalu kedatangannya ke sana ingin mengucapkan selamat hari raya, walaupun itu dilakukan dengan tujuan agar terjalin hubungan atau sekedar memberi selamat (salam) padanya. Karena terdapat hadits dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلاَ النَّصَارَى بِالسَّلاَمِ

“Janganlah kalian mendahului Yahudi dan Nashara dalam salam (ucapan selamat).” (HR. Muslim no. 2167)

Adapun dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berkunjung ke tempat orang Yahudi yang sedang sakit ketika itu, ini dilakukan karena dulu ketika kecil, Yahudi tersebut pernah menjadi pembantu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tatkala Yahudi tersebut sakit, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjenguknya dengan maksud untuk menawarkannya masuk Islam. Akhirnya, Yahudi tersebut pun masuk Islam.

Bagaimana mungkin perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengunjungi seorang Yahudi untuk mengajaknya masuk Islam, kita samakan dengan orang yang bertandang ke non muslim untuk menyampaikan selamat hari raya untuk menjaga hubungan?! Tidaklah mungkin kita kiaskan seperti ini kecuali hal ini dilakukan oleh orang yang jahil dan pengikut hawa nafsu.

Dikirim pada 21 Desember 2009 di Renungan Dakwah..!!
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

"berjuanglah untuk kejayaan islam" “Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh janji setianya” More About me

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 1.652.739 kali


connect with ABATASA