0
16 Jul

Haramnya Saling Membenci dan Hasad

Hadits no : 3

[عن أنس بن مالك رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: لاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُوْنُوْا عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً وَلاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلاَثٍ] متفق عليه .
1. dari Anas bin Malik t bahwasanya Rasulullah e bersabda: “ Janganlah kalian saling membenci, saling hasad (dengki), saling membelakangi. Dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak dihalalkan bagi seorang muslim menjauhi saudaranya lebih dari tiga hari” (Muttafaq Alaih)

Perawi Hadits
Dia adalah Anas bin Malik Al Anshori pembantu Rasulullah meriwayatkan banyak hadits dan meninggal pada tahun 92 H

Makna Hadits Secara Umum
Pada hadits ini Rasulull membimbing kita kepada perkara yang mengharuskan kita menjadi bersaudara, saling mencintai, bersatu hati serta saling berinteraksi antara kita dengan interaksi baik secara Islami, yang menunjukkan kita kepada akhlaq mulia dan menjauhkan kita dari keburukannya. Menghilangkan dari hati kita perasaan hasad dan benci serta menjadikan hubungan (muamalah) kita hubungan secara Islam yang mulia.

Hadits tersebut juga menunjukan kepada kita bahwa ikatan persaudaraan dalam Islam lebih kuat daripada ikatan nasab dan darah karena landasannya adalah iman kepada Allah. Maka tidak boleh bagi seorang muslim menjauhi saudaranya atau berpaling darinya lebih dari tiga hari selama hal itu tidak terdapat sebab yang diperbolehkan oleh agama yang diharapkan orang yang yang dijahui tersebut kembali dari penyimpangan dalam agama.

Faedah Yang Bisa Diambil dari Hadits.
1. Haramnya perbuatan saling membenci, saling hasad, saling bertolak belakang dan saling memutuskan hubungan.
2. Larangan untuk menyakiti/mengganggu seorang Muslim dalam bentuk apapun.
3. Haramnya menjahui saudaranya Muslim lebih dari tiga hari.
4. Semua perbuatan tersebut bukanlah dari akhlaq seorang Muslim.
5. Anjuran untuk bersaudara dan bersatu hati diantara sesama Muslim

Dikirim pada 16 Juli 2009 di Hadits Level 1
15 Jul

Penunjuk Kebaikan Seperti Yang Berbuat

Hadits no : 2


عن أبي هريرة أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قالَ : منْ دعاَ إلى هُدَى كَانَ له من الأجرِ مثلُ أُجورِ منْ تَبِعَهُ لا ينْقُصُ ذَلِكَ منْ أُجْورِهمْ شَيْئاً ومنْ دعاَ إِلىَ ضَلاَلةِ كاَن عليهِ من الإثمِ مثْلُ آثامِ مَنْ تبعَهُ لاَ ينْقُصُ ذَلِكَ من آثامهم شَيئاً رواه مسلم.

1. Dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah bersabda: “ Barangsiapa menyeru kepada hidayah (petunjuk) maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa yang mengerjakannya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun” (HR Muslim)

Perowi Hadits
Dia adalah Abdurrahman bin Shakhr Ad Dausy, masuk Islam pada tahun Khaibar tahun 7 H, selalu menyertai Rasulullah karena kecintaannya terhadap ilmu dan tergolong sahabat yang paling banyak hafalan haditsnya.

Makna Secara Umum
Rasul sang pembawa petunjuk menganjurkan umatnya untuk berbuat kebaikan dan menyerukannya. Bahwasanya siapa yang membimbing orang lain kepada petunjuk maka ia mendapatkan pahala besar dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa mengurangi pahala yang mengikutinya “Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan maka ia mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang mengerjakannya” dan barangsiapa menjerumuskan seseorang kepada perbuatan dosa sekalipun sedikit atau menyuruhnya atau membantu dalam mengerjakannya maka ia mendapatkan dosa sebagaimana dosa manusia yang mengerjakannya. Lantas bagaimana halnya dengan orang-orang yang berpaling dari Syariat Allah dan menerapkan hukum dengan undang-undang buatan manusia serta mengakui ideologi atheis yang menghancurkan kehidupan. Mereka semua berpaling dari Kitabullah dan tersesat dari jalan yang lurus. Dan pasti akan ditimpakan pada mereka dosa dari penyimpangan-penyimpangan ini yang banyak membuat para pemuda menyeleweng dari kebenaran dan jalan Allah yang lurus.

Faedah Yang Bisa Dipetik dari Hadits
1. Keutamaan menunjukan kepada kebaikan dan anjuran mengerjakannya serta pahalanya yang besar
2. Bahwa pahala yang diberikan kepada orang yang memberikan petunjuk tidak mengurangi pahala yang mengikutinya
3. Ancaman keras bagi siapa yang menyeru kepada bid’ah atau kesesatan dan hal itu merupakan sebab penyimpangan manusia dari kebenaran

Dikirim pada 15 Juli 2009 di Hadits Level 1


Berbicara Baik dan Wajah Berseri

Hadits no :1
عن أبي ذرّ قال : قالَ لي النبي : لاَ تَحْقِرَنَّ منَ المعْرُوفِ شَيْئاً ولوْ أنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ رواه مسلم

1. Dari Abi Dzar, berkata : “ Rasulullah bersabda : “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, sekalipun engkau bertemu saudaramu dengan wajah yang berseri” (HR. Muslim)

Perawi hadits:
Abu Dzar adalah termasuk kalangan sahabat yang zuhud dan dari kalangan muhajirin, masuk Islam sejak awal dan kisah-kisah hidupnya banyak sekali. Ia meninggal pada tahun 32 Hijrah pada masa khilafah Utsman

Makna Secara Umum
Hadits ini membimbing kita bahwa selayaknya bagi seorang muslim tidak meremehkan apa yang dalam pandangan syar’i baik untuk dikerjakan. Dan seseorang hendaknya menjumpai teman-temannya dengan berseri, gembira dan senyuman sebab lahiriyah manusia merupakan tanda batinya maka menjumpai saudara dengan seperti itu dapat memberikan rasa cinta dan gembira kepada mereka.

Faedah Yang Bisa Diambil dari Hadits:
1. Tidak boleh meremehkan kebaikan sekalipun sesuatu yang ringan.
2. Menggunakan kelembutan dan keceriaan ketika bersama teman
3. Anjuran kepada hal-hal yang dapat menguatkan ikatan persaudaraan Islam
4. Keceriaan di hadapan saudaramu merupakan kebaikan







Dikirim pada 14 Juli 2009 di Hadits Level 1
Awal « 1 2 3 » Akhir
Profile

"berjuanglah untuk kejayaan islam" “Boleh jadi gunung tinggipun hancur berantakan, namun hati seorang pejuang tiada pernah kan bergeming dan berubah, ‘tuk senantiasa memegang teguh janji setianya” More About me

Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 967.380 kali


connect with ABATASA